KAJI EKSPERIMENTAL PERFORMA PEMBAKARAN BRIKET DARI AMPAS TAHU DAN AMPAS TEBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR TERBARUKAN

Aga Efran, Saputra (2026) KAJI EKSPERIMENTAL PERFORMA PEMBAKARAN BRIKET DARI AMPAS TAHU DAN AMPAS TEBU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR TERBARUKAN. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti.

[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB II)
BAB 2.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (598kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (914kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio campuran ampas tahu dan ampas tebu terhadap nilai kalor, karakteristik pembakaran, dan efisiensi termal biobriket sebagai alternatif bahan bakar terbarukan, sekaligus mengidentifikasi rasio optimal yang menghasilkan performa terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan tiga variasi rasio campuran arang ampas tahu dan ampas tebu, yaitu BTT-1 (20%:70%), BTT-2 (30%:60%), dan BTT-3 (40%:50%) dengan perekat tepung tapioka 10%. Pengujian meliputi nilai kalor menggunakan Parr 6400 Bomb Calorimeter (ASTM D5865-11a), analisis proksimat (ASTM D7582-10), sifat pembakaran, laju pembakaran, dan efisiensi termal dengan metode perebusan telur ayam. Hasil penelitian menunjukkan BTT-1 menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 6.291,04 Cal/gram, diikuti BTT-2 sebesar 6.101,52 Cal/gram, dan BTT-3 sebesar 6.064,43 Cal/gram, seluruhnya memenuhi standar SNI 01-6235-2000 (minimum 5.000 Cal/gram). BTT-1 juga memiliki waktu penyalaan tercepat (52 detik), laju pembakaran terendah (0,260 gram/menit), durasi pembakaran terlama (92 menit), sisa abu terkecil (3,0 gram), serta efisiensi termal tertinggi sebesar 15,23%, dibandingkan BTT-2 (14,01%) dan BTT-3 (12,81%). Semakin tinggi proporsi ampas tebu dalam campuran terbukti meningkatkan nilai kalor dan efisiensi termal, sedangkan proporsi ampas tahu yang lebih tinggi mempercepat laju penyalaan namun menurunkan kestabilan pembakaran. Dengan demikian, biobriket BTT-1 (ampas tahu 20% : ampas tebu 70%) merupakan formulasi optimal yang direkomendasikan sebagai alternatif bahan bakar terbarukan berbasis limbah biomassa. Kata kunci: biobriket, ampas tahu, ampas tebu, nilai kalor, efisiensi termal

Item Type: Thesis (S-1)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Tn AGA EFRAN SAPUTRA
Date Deposited: 04 Aug 2026 01:42
Last Modified: 04 Aug 2026 01:42
URI: http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11038

Actions (login required)

View Item View Item