ANALISA PERFORMANSI OVEN PEMANGGANG DAN PENGUKUS

ARIYANSYAH, M FADLI (2026) ANALISA PERFORMANSI OVEN PEMANGGANG DAN PENGUKUS. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti.

[img] Text (BAB I)
bab 1._compressed.pdf - Published Version

Download (430kB)
[img] Text (BAB II)
Bab 2.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (399kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (121kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (687kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
Bab 5 .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (92kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Kemandirian Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang kuliner sering kali terkendala oleh terbatasnya ruang produksi dan tingginya biaya operasional akibat penggunaan peralatan masak secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi termal, efisiensi energi, serta komparasi konsumsi daya dari oven listrik multifungsi skala laboratorium (ukuran 40 cm x 30 cm x 25 cm) yang dirancang untuk dapat beroperasi sebagai pemanggang sekaligus pengukus. Pengujian dilakukan menggunakan sampel adonan kue berbahan dasar ketela pohon (ubi kayu) bermassa 0,5 kg dengan durasi pengujian masing-masing selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mode pemanggangan (menggunakan elemen pemanas 2 x 400 Watt), oven mencapai temperatur target 180℃ dalam waktu 15 menit dengan laju pemanasan awal sebesar 10,13℃/menit}. Total konsumsi energi listrik pada mode pemanggangan sebesar 0,265 kWh (954.000 Joule), menghasilkan energi berguna sebesar 214.200 Joule dan efisiensi termal sebesar 22,45\%. Perhitungan mekanis perpindahan panas pada kondisi steady state menunjukkan laju konduksi loyang sebesar 73,44 Watt, konveksi udara sebesar 40,88 Watt, dan radiasi heater sebesar 59,14 Watt. Sementara itu, pada mode pengukusan (menggunakan elemen pemanas boiler 1 \times 1000 Watt), temperatur kabin berada pada kondisi konstan mendekati titik didih air jenuh (98,5℃ - 99℃). Total konsumsi energi listrik mencapai 0,497 kWh (1.789.200 Joule) dengan energi berguna sebesar 1.052.288 Joule, menghasilkan efisiensi termal sebesar 58,51\%. Mode pengukusan memiliki efisiensi termal yang jauh lebih tinggi dibandingkan mode pemanggangan (58,51% vs 22,45%), namun memerlukan konsumsi energi listrik yang lebih besar akibat besarnya kalor laten penguapan air. Kata Kunci: Oven Multifungsi, Performansi Termal, Efisiensi Energi, Pemanggangan, Pengukusan, Singkong.

Item Type: Thesis (S-1)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin
Depositing User: Tn M FADLI ARIYANSYAH
Date Deposited: 09 Sep 2026 07:03
Last Modified: 09 Sep 2026 07:03
URI: http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11493

Actions (login required)

View Item View Item