STUDI KOORDINASI RELAY OCR/GFR PADA PEMUTUS TENAGA (PMT) 20 KV PENYULANG MANDAU DI GARDU INDUK SEKAYU

BUDI CAHYO, SEPTIAN (2021) STUDI KOORDINASI RELAY OCR/GFR PADA PEMUTUS TENAGA (PMT) 20 KV PENYULANG MANDAU DI GARDU INDUK SEKAYU. S-1 thesis, 021008 UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG.

[img] Text (BAB I)
BAB I_.pdf - Published Version

Download (773kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (440kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (865kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (779kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V_.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (638kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Rele sebagai alat pendeteksi adanya gangguan yang selanjutnya memberi perintah trip kepada Pemutus Tenaga (PMT). Rele digunakan pada daerah pengaman Gardu Induk disisi 20 kV di Penyulang untuk mengatasi adanya gangguan hubung singkat yang terjadi karena adanya gangguan yang bersifat temporer atau permanen. Oleh karena itu pentingnya kinerja settingan koordinasi rele antara Over Current Relay ( OCR ) dan GFR ( Ground Fault Relay ) agar tidak menyebabkan kerusakan pada peralatan akibat gangguan hubung singkat yang terjadi. Arus gangguan hubung singkat yang terjadi di Penyulang Banteng adalah sebesar 3480,15 Ampere pada arus gangguan tiga fasa, sedangkan arus gangguan terkecil terjadi saat arus gangguan satu fasa ke tanah di saluran penyulang sebesar 252,564 Ampere. Sedangkan set PLN didapat, arus setelan (Iset) sebesar 352 A dengan Tms 0,13 SI sedangkan untuk setelan rele disisi incoming di dapat arus setelan (Iset) sebesar 952,6 A dengan Tms 0,24 dari data set PLN arus setelan (Iset) disisi Incoming 900 A dengan Tms 0,25, data eksisting yang didapat dari record gangguan hubung singkat fasa tanah penyulang Mandau = 282,5 A dengan waktu kerja sisi penyulang 0,40 detik dan sisi incoming 1,66 detik berdasarkan hasi diatas dapat disimpulkan bahwa koordianasi antara OCR dan GFR sudah cukup selektifitas dan handal dalam kinerja rele. Dengan menggunakan karakteristik standard inverse maka untuk arus gangguan hubung singkat semakin besar nilai arus gangguan nya maka semakin cepat kerja rele nya dikarenakan terkait impedansi jaringan.. Berdasarkan perhitungan tersebut maka semakin besar arus gangguan yang terjadi akan semakin lama pula waktu rele tersebut bekerja mentripkan ke PMT. Kata kunci: sistem proteksi, arus hubung singkat, rele arus lebih,rele fasa tanah, setting rele, transformator.

Item Type: Thesis (S-1)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro
Depositing User: Tn SEPTIAN BUDI CAHYO
Date Deposited: 19 May 2021 04:33
Last Modified: 19 May 2021 04:33
URI: http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/2721

Actions (login required)

View Item View Item