ANALISIS DEFECT RATE PENGELASAN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA PADA BENGKEL LAS AH SRIWIJAYA METALINDO

JOSEF, PABIO (2025) ANALISIS DEFECT RATE PENGELASAN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA PADA BENGKEL LAS AH SRIWIJAYA METALINDO. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti.

[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (787kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (547kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (455kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (355kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Produk yang cacat merupakan salah satu sumber utama pemborosan. Dampak timbulnya kecacatan produk mengakibatkan perusahaan mendapatkan klaim dari pelanggan sehingga harus mengganti kerugian yang dialami pelanggan. jumlah kecacatan produk di Bengkel Las AH Sriwijaya Metalindo masih tinggi yang ditandai dengan jumlah kecacatan tertinggi pada jenis kecacatan pengecatan di bulan Desember pada tahun 2022 pada Bengkel Las AH Sriwijaya Metalindo yaitu sebesar 14,3%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis cacat yang sering muncul dalam proses pengelasan pada Bengkel Las AH Sriwijaya Metalindo dan mengetahui faktor penyebab timbulnya cacat pada kualitas proses pengelasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Six Sigma dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan Cacat pengelasan di bengkel AH Sriwijaya Metalindo memiliki nilai rata-rata Sigma (Sigma level) sebesar 3,318 dengan nilai rata-rata DPMO sebesar 37.077. Kecacatan cracks pada produk kanopi bengkel AH Sriwijaya Metalindo disebabkan oleh 3 faktor yaitu manusia, mesin, material dan lingkungan. Berdasarkan 4 faktor tersebut di dapatlah nilai RPN tertinggi pada faktor material sebesar 392 dengan nilai severity 7, occurance 7 dan detection 8 untuk jenis cacat pengelasan cracks. Setelah mengetahui nilai RPN tertinggi rekomendasi yang dapat diberikan adalah memberikan regulasi informasi secara Bengkel AH Sriwijaya Metalindo adalah membuat standar prosedur, memberikan regulasi informasi kepada tukang terkait dengan elektroda yang sesuai dengan benda kerja yang digunakan sebelum melakukan proses pengelasan oleh tukang yang bekerja dalam bentuk standar operational procedure. Kata Kunci : Cacat, FMEA, Kanopi, Las, Six Sigma

Item Type: Thesis (S-1)
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Industri
Depositing User: Mr Pabio Josef
Date Deposited: 15 Feb 2025 03:28
Last Modified: 15 Feb 2025 03:28
URI: http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/9679

Actions (login required)

View Item View Item