OPTIMASI SISTEM SHIPLOADING BATUBARA MELALUI CROSS-CONVEYOR FLEXIBILITY SYSTEM (Studi Kasus PT. Bukit Asam Unit Dermaga Kertapati)

Fima, Satria Gonawan (2026) OPTIMASI SISTEM SHIPLOADING BATUBARA MELALUI CROSS-CONVEYOR FLEXIBILITY SYSTEM (Studi Kasus PT. Bukit Asam Unit Dermaga Kertapati). S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti Palembang.

[img] Text (BAB I)
BAB I-.pdf - Published Version

Download (410kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (830kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (683kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV_.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (507kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (539kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Sistem shiploading merupakan bagian kritis dalam rantai distribusi batubara karena berperan langsung terhadap kelancaran proses pengapalan. PT. Bukit Asam Tbk Unit Dermaga Kertapati mengoperasikan dua jalur Coal Handling Facility (CHF), yaitu CHF 1 (Enim) dan CHF 2 (Ogan), namun berdasarkan data downtime periode Januari–Agustus 2025, sistem shiploading tersebut mengalami gangguan terutama pada shiploader dan stacker, yang membuat terhentinya proses pemuatan dan penurunan produktivitas operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja sistem shiploading berdasarkan parameter Reliability, Availability, dan Maintainability (RAM), mengidentifikasi mode kegagalan dominan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menentukan akar penyebab kegagalan melalui Root Cause Analysis (RCA). Penelitian ini menggunana metode kuantitatif dengan data historis downtime, frekuensi kegagalan, dan waktu perbaikan peralatan. Berdasarkan hasil analisis RAM, meskipun nilai availability peralatan >99%, nilai reliability masih berada <70%, menandakan sistem masih rentan terhadap kegagalan. Analisis FMEA mengidentifikasi kegagalan kabel power shiploader/stacker sebagai mode kegagalan paling kritis dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Berdasarkan hasil RCA, kegagalan terjadi akibat kombinasi faktor teknis, lingkungan, dan manajemen pemeliharaan, serta diperparah oleh konfigurasi sistem single line tanpa redundansi. Penelitian ini mengusulkan penerapan cross-conveyor flexibility system melalui interkoneksi antarjalur CHF untuk meningkatkan fleksibilitas operasional, mengurangi downtime, dan meningkatkan keandalan sistem shiploading secara keseluruhan. Kata kunci: Coal Handling Facility, Reliability Availability Maintainability, FMEA, Root Cause Analysis.

Item Type: Thesis (S-1)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Industri
Depositing User: Tn FIMA SATRIA GONAWAN
Date Deposited: 09 Apr 2026 04:24
Last Modified: 09 Apr 2026 04:24
URI: http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/10807

Actions (login required)

View Item View Item