Rifki, Fahlefi (2026) ANALISA PENGARUH PROSES PWHT DENGAN VARIASI TEMPERATUR YANG DI LAS SMAW TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1045. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti Palembang.
|
Text (BAB I)
BAB 1._.pdf - Published Version Download (706kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (532kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (805kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (449kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (195kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada baja karbon menengah AISI 1045 dapat menimbulkan tegangan sisa dan perubahan struktur mikro berupa fasa martensit pada daerah lasan dan Heat Affected Zone (HAZ), sehingga sambungan las menjadi keras namun getas dan rawan mengalami kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap nilai kekerasan dan perubahan struktur mikro pada sambungan las SMAW baja AISI 1045. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan spesimen pelat baja AISI 1045 tebal 10 mm berkampuh V sudut 60°, dilas menggunakan elektroda E7018 diameter 2,4 mm, kemudian diberi perlakuan PWHT pada variasi temperatur 600°C, 625°C, dan 650°C. Pengujian dilakukan meliputi uji kekerasan Rockwell dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelasan SMAW tanpa PWHT meningkatkan kekerasan secara signifikan, tertinggi pada zona HAZ (92,2 HRB) dan logam isian (91,94 HRB) dibanding logam asal (89,2 HRB), akibat terbentuknya fasa martensit dari pendinginan cepat. Perlakuan PWHT pada ketiga variasi temperatur terbukti menurunkan kekerasan mendekati kondisi material asal, dengan hasil paling optimal pada temperatur 650°C (89,0 HRB pada logam isian dan 89,2 HRB pada HAZ). Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa martensit yang dominan pada kondisi tanpa PWHT berangsur terurai menjadi campuran ferit-perlit yang lebih homogen seiring naiknya temperatur PWHT, dengan struktur paling seragam tercapai pada 650°C. Dengan demikian, PWHT pada temperatur 650°C merupakan parameter paling optimal untuk mengembalikan kekerasan dan struktur mikro sambungan las SMAW baja AISI 1045 mendekati kondisi material asal. Kata kunci: PWHT, SMAW, Baja AISI 1045, Kekerasan, Struktur Mikro
| Item Type: | Thesis (S-1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | Tn RIFKI FAHLEFI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 01:26 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 01:26 |
| URI: | http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11307 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
