Fedrik, Roy (2026) Analisis Koordinasi Rele OCR dan Rele GFR pada Transformator Daya 150/20 kV di Gardu Induk Betung. S-1 thesis, 021008 - Universitas Tridinanti.
|
Text (Bab I)
Bab I Roy Fedrik_2202230507.pdf - Published Version Download (848kB) |
|
|
Text (Bab II)
Bab 2 Roy ref.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab III)
Bab 3 Roy ref.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (451kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab IV)
Bab 4 Roy ref.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (815kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab V)
Bab V Roy Fedrik_2202230507_compressed.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Absrtak Gardu Induk Betung (GI) berlokasi di Jalan Betung Sekayu Desa Suka Mulya, kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Gardu Induk Betung merupakan komponen vital dalam sistem transmisi Sumatera Selatan, Gardu Induk ini berfungsi menurunkan tegangan tinggi 150 kV menjadi tegangan distribusi 20 kV. Rele OCR sebagai pengaman terhadap gangguan hubung singkat antar fasa dan beban lebih. Rele ini mendeteksi kenaikan arus yang melebihi nilai setting dan memerintahkan PMT untuk terbuka. Sedangkan Rele GFR berfungsi khusus untuk mendeteksi arus gangguan hubung singkat fasa ke tanah. Operasi rele menggunakan karakteristik standard invers berdasarkan standar IEC 60255. Besar arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh jarak lokasi gangguan. Semakin jauh jarak lokasi gangguan maka semakin kecil arus gangguan hubung singkat yang terjadi. Arus gangguan yang terbesar terjadi pada IF3 nilainya 3530, 889 A dengan panjang jaringan 2,397 kms. Dan pada jarak 239,743 kms nilai IF3 98,406 A. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai penyetelan arus rele OCR pada sisi incoming bus 20 kV ditetapkan sebesar 560,7 A. Nilai ini dipilih untuk menghindari trip saat terjadi beban puncak sesaat, namun tetap responsif dalam memicu Pemutus Tenaga (PMT) untuk memutuskan aliran listrik saat terjadi gangguan. Koordinasi waktu kerja (Grading Time / ∆_t) antara rele Incoming dan Outgoing pada Gardu Induk Betung berjalan dengan sangat baik dan memenuhi standar keandalan dengan selisih waktu kerja tercatat sebesar 0,31 detik (pada jarak 1%) dan 0,36 detik (pada jarak 10%). Nilai ini telah memenuhi standar IEC 60255 yang mensyaratkan griding margin berkisar antara 0,2 hingga 0,4 detik untuk memastikan selektivitas proteksi dimana pemadaman hanya terjadi pada area gangguan.
| Item Type: | Thesis (S-1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro |
| Depositing User: | Tn ROY FEDRIK |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 02:49 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 02:49 |
| URI: | http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
