M RISKI, SAPUTRA (2026) PENGARUH PERLAKUAN PANAS HARDENING DAN DI LANJUTKAN DENGAN DOUBEL TEMPERING PADA BAJA AISI 1045 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti.
|
Text (BAB I)
BAB I_.pdf - Published Version Download (710kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (662kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (780kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV_.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (417kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (8kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan panas yang terdiri dari hardening yang dilanjutkan dengan single tempering dan double tempering terhadap kekerasan serta perubahan struktur mikro baja AISI 1045. Proses hardening dilakukan pada temperatur 820°C selama 15 menit, kemudian didinginkan menggunakan media Air Coolant Radiator. Selanjutnya, spesimen diberikan perlakuan single tempering dan Multipel tempering pada temperatur 300°C, 350°C, dan 400°C dengan waktu tahan 10 menit, kemudian didinginkan di udara. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Rockwell skala HRC, sedangkan pengamatan struktur mikro dilakukan menggunakan mikroskop optik. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa spesimen tanpa perlakuan memiliki nilai kekerasan rata-rata sebesar 30,7 HRC, kemudian meningkat menjadi 51,9 HRC setelah proses hardening. Setelah single tempering, nilai kekerasan rata-rata masing-masing sebesar 46,9 HRC pada 300°C, 43,3 HRC pada 350°C, dan 42,8 HRC pada 400°C. Sementara itu, perlakuan double tempering menghasilkan nilai kekerasan sebesar 40,1 HRC pada 300°C, 38,3 HRC pada 350°C, dan 37,7 HRC pada 400°C. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa baja AISI 1045 tanpa perlakuan terdiri atas ferrit dan perlit. Setelah proses hardening, struktur mikro didominasi oleh martensit, sedangkan setelah proses tempering, martensit berubah menjadi tempered martensite disertai perubahan distribusi karbida.Berdasarkan hasil penelitian, proses hardening meningkatkan nilai kekerasan baja AISI 1045, sedangkan proses tempering selanjutnya menurunkan kekerasan akibat perubahan struktur martensit dan pelepasan tegangan sisa. Nilai kekerasan tertinggi setelah proses tempering diperoleh pada perlakuan single tempering 300°C, yaitu sebesar 46,9 HRC. Kata kunci: AISI 1045, hardening, single tempering, double tempering, kekerasan, struktur mikro.
| Item Type: | Thesis (S-1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | Tn M.RISKI SAPUTRA |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 05:20 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 05:20 |
| URI: | http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11606 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
