Kurniawan, Riyan (2026) KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA SISI KELUARAN KONDENSOR TERHADAP KINERJA AC SPLIT. S-1 thesis, 021008 Universitas Tridinanti.
|
Text (Bab 1)
Repostotry Riyan Bab 1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 2)
Repository Bab 2.pdf - Published Version Download (537kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Repository Bab 3.pdf - Published Version Download (514kB) |
|
|
Text (Bab 4)
Repository Bab 4.pdf - Published Version Download (665kB) |
|
|
Text (Bab 5)
Repository Bab 5.pdf - Published Version Download (2MB) |
Abstract
Sistem refrigerasi pada AC Split merupakan salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan ruangan, dengan kinerja yang dipengaruhi oleh proses perpindahan panas pada kondensor, khususnya kondisi refrigeran sebelum memasuki katup ekspansi. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi sistem adalah dengan meningkatkan derajat subcooling melalui pemanfaatan air kondensat sebagai media pendingin pada pipa saluran keluar kondensor (liquid line). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem perendaman (immersion) pada pipa liquid line menggunakan air kondensat terhadap derajat subcooling dan Coefficient of Performance (COP) AC Split menggunakan refrigeran R32. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan kondisi standar dan kondisi modifikasi pada temperatur pengaturan AC 18°C, 20°C, dan 22°C. Parameter yang diukur meliputi temperatur, tekanan, arus, tegangan, dan konsumsi daya listrik, kemudian digunakan untuk menghitung entalpi refrigeran, efek refrigerasi, kerja kompresor, serta nilai COP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem immersion mampu meningkatkan derajat subcooling, yang ditunjukkan oleh penurunan entalpi refrigeran cair (h₃) dari 277,36–273,98 kJ/kg pada kondisi standar menjadi 275,67–272,29 kJ/kg pada kondisi modifikasi. Efek refrigerasi meningkat dari 238,21–242,00 kJ/kg menjadi 239,79–243,58 kJ/kg, sedangkan kerja kompresor menurun dari 100,10–92,58 kJ/kg menjadi 96,01–89,30 kJ/kg. Nilai COP meningkat dari 2,38–2,61 pada kondisi standar menjadi 2,50–2,73 pada kondisi modifikasi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,16%, serta konsumsi daya listrik menurun sekitar 22 W pada setiap variasi temperatur pengujian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan air kondensat sebagai media subcooling pada pipa liquid line efektif meningkatkan derajat subcooling, meningkatkan nilai COP, menurunkan kerja kompresor dan konsumsi daya listrik, sehingga mampu meningkatkan performa dan efisiensi AC Split tanpa memerlukan sumber energi tambahan. Kata kunci: AC Split, air kondensat, Coefficient of Performance (COP), immersion, refrigeran R32, subcooling.
| Item Type: | Thesis (S-1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Mesin |
| Depositing User: | Tn RIYAN KURNIAWAN |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:37 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:37 |
| URI: | http://repository.univ-tridinanti.ac.id/id/eprint/11079 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
